Home / Forum

Forum

Desa Neglasari Tak Izinkan Perusahaan Industri Penghasil Limbah Cair  

  RSS

ahmad
Active Member
Joined: 1 tahun  ago
Posts: 17
22/06/2019 4:37 am  

PEMERINTAH Desa Neglasari Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung berupaya untuk menahan masuknya beberapa entrepreneur industri meningkatkan usaha industri yang membuahkan sampah cair. Sekaligus juga berupaya untuk menahan alih peranan tempat sebab usaha entrepreneur industri yang akan membangun bangunan industri pada tempat pertanian padi. 

 

"Kita berupaya untuk bikin ketentuan desa (perdes) dalam usaha menjaga tempat kekal. Sebelum mengarah sana, kita akan kumpulkan beberapa petani. Yang pasti, pabrik yang membuahkan sampah cair tidak diperbolehkan di Desa Neglasari," kata Kepala Desa Neglasari H. Asep Zaenal Malik Ibrahim pada galamedianews.com di tempat tinggalnya, Desa Neglasari, Kamis (20/6/2019). 

 

Menurut Asep, menjaga tempat kekal pertanian padi itu, terkait dengan kebijaksanaan kades. Lewat kebijaksanaan itu, perangkat desa tidak memberi peluang pada yalla shoot tv live beberapa entrepreneur untuk membangun pembangunan industri yang membuahkan sampah cair. 

 

"Kita berupaya untuk batasi pembangunan industri di Desa Neglasari. Saat entrepreneur industri masuk ke Desa Neglasari, benar-benar berkesempatan untuk kuasai tempat. Karenanya, kami berupaya untuk menahan pembangunan industri berdiri di Desa Neglasari," tuturnya. 

 

Asep juga memberikan contoh di desa lain, awalnya masih ada tempat pertanian padi, sesudah masuk beberapa entrepreneur industri, tempat pertanian padi juga banyak dikuasai beberapa entrepreneur untuk pelebaran tempat pembangunan pabrik. 

 

"Pada saat beberapa pemilik tempat ditawari harga jual tanah pada harga tinggi, pada akhirnya pemilik tempat menjualnya. Insiden seperti itu yang kita jauhi di Desa Neglasari untuk menahan alih peranan tempat," tuturnya. 

 

Pada saat ada entrepreneur yang akan meningkatkan upayanya, Asep menggerakkan pada beberapa entrepreneur itu dalam bagian pertanian seperti agro pertanian. Sekarang ini di Desa Neglasari sedang meningkatkan pertanian organik dengan membuahkan beras yang betul-betul sehat untuk dikonsumsi. 

 

"Memang untuk pertanian organik belum sepenuhnya mengarah sana. Soalnya, air yang dipakai untuk mengairi tempat pertanian itu masih terkontaminasi dari pemakaian pupuk anorganik yang berada di lokasi pertanian di hulu Sungai Citarum yang mencakup Kecamatan Kertasari," tuturnya. 

 

Tapi paling tidak, kata Asep, beberapa petani di Desa Neglasari telah berupaya meminimalkan pemakaian pupuk anorganik serta lebih memaksimalkan pemakaian pupuk organik. 

 

"Lewat cara itu, bisa membuahkan produksi pertanian padi tanpa ada resudu sesudah pemakaian pupuk anorganik dikurangi. Beberapa petani bisa membuahkan beras sehat, hampir tidak ada residu," tuturnya. 

 

Kepala Desa Neglasari ini menjelaskan, pengairan tempat pertanian seluas 140 hektare di wilayahnya itu masih memercayakan pengairan dari Bendungan Wandir Sungai Citarum Kecamatan Pacet. 

 

"Alhamdulillah, sampai sekarang ini tempat pertanian di Desa Neglasari diairi saluran Sungai Citarum yang belum terkontaminasi sampah industri. Hingga beras yang telah jadi nasi mutunya lumayan bagus," tuturnya. 

 

Dia menjelaskan, beras asal Desa Neglasari adalah type beras premium, hingga banyak disukai warga. Bahkan juga populer dengan panggilan beras Bandung di Jakarta. "Beras Desa Neglasari ini masuk kelompok beras nasi pulen, wangi serta sehat. Soalnya, dialiri saluran Sungai Citarum yang belum terkena sampah industri," tuturnya. 

 

Dalam satu tahun, tuturnya, tempat pertaniannya dapat membuahkan 3x panen. Walau pada realisasinya pada musim pertama serta ke-2 ditanami padi, serta musim tanam ke-3 ditanami palawija dengan sesuaikan keadaan cuaca. 

 

"Seperti keadaan sekarang ini, seputar 80 % tempat masih dapat ditanami padi serta bekasnya 20 % ditanami palawija sebab masuk musim kemarau," tuturnya. 

 

Menurut dia, produksi padi di lokasi itu membuahkan di antara 6-10 ton gabah kering panen per hektare. "Produksi padi itu, ikut dikuasai oleh organisme penganggu tumbuhan, hingga punya pengaruh pada produksi padi yang dibuat. Produksi padi yang dibuat itu, seputar 50 % di pasarkan serta siaanya dikonsumsi beberapa petani," katanya.


ReplyQuote
  
Working

Please Login or Register

Powered by moviekillers.com