Home / Forum

Forum

Tradisi Yasinan dalam Masyarakat Indonesia  

  RSS

ubhe96
Eminent Member
Joined: 2 tahun  ago
Posts: 41
17/08/2019 10:47 am  

Istilah Yasinan dapat dikatakan memadai mendarah daging di kalangan penduduk luas, lebih-lebih di bumi nusantara ini. Bahkan seringkali makna Yasinan yang bersumber dari kata Yasin, sebuah surat Al Quran, disandingkan bersama kata Tahlilan. Yasinan terhadap praktiknya hampir mirip bersama Tahlilan.

Secara tradisi, makna Yasinan dan Tahlilan terlalu erat bersama kematian. Yasinan biasa dibaca di dalam acara kematian, yang diawali bersama dzikir-dzikir, surat Yasin kemudian doa yang dihadiahkan kepada sang mayit dan para pendahulu di alam kubur. Di penghujung acara tersaji hidangan khusus dari pengundang. Lebih dari itu, para pembaca pulang ke tempat tinggal tiap-tiap bersama dibekali bungkus nasi yang disebut bersama berkat.

Ternyata rutinitas Yasinan di sedang  penduduk bukanlah omong kosong semata. Ada landasan kuat secara riwayat. Rasulullah Saw di dalam hadisnya yang dikutip kitab Biharul Anwar, juz 82, hal 63, bersabda, ” Barang siapa yang menziarahi makam muslimin dan membacakan surat Yasin, maka Allah Swt sementara itu kurangi siksa kubur mereka.” Hadis Rasulullah Saw ini memastikan bahwa pembacaan surat yasin berdampak positif terhadap mayit.

Selain itu, perhatian lebih penduduk kepada surat Yasin terlalu beralasan. Surat yasin terhadap dasarnya memiliki posisi khusus di banding surat-surat lainnya. Sebagaimana dinukil di dalam kitab tafsir Kasyaf karya Zamakshari, juz 4, hal 471, Rasulullah Saw bersabda, “Segala suatu hal memiliki hati, dan hati Al-Quran itu surat Yasin. ” Hadis yang mirip termasuk disampaikan Imam Jaafar As-Shadiq sa di dalam Kitab Biharul Anwar yang ditulis Allamah Majlesi (1037-1110 Hijriah).

Imam Jaafar  di dalam perkataannya termasuk menambahkan, “Ajarkan surat Yasin kepada anak-anak kalian. Sesungguhnya surat Yasin itu adalah wewangian Al Quran.” Bisa jadi rutinitas membaca surat Yasin bersama makna Yasinan termasuk bermaksud mensosialisasikan surat berikut ke seluruh khalayak, termasuk anak-anak.

Masih berbicara tentang surat Yasin,  kitab Biharul Anwar yang berjilid 110 buku menjelaskan, Yasin adalah keliru satu nama Rasulullah Saw. Dalilnya adalah ayat “Innaka laminal mursalin ala sirothil mustaqim, ” yang artinya; Sesungguhnya engkau adalah di antara orang-orang yang diutus dan (berada) di jalur yang lurus.  Ayat itu tercantum sesudah ayat Yasin wal Quranil hakim yang langsung disambung bersama ayat berikutnya; Sesungguhnya engkau adalah di antara orang-orang yang diutus. Yang dimaksud “engkau” di dalam ayat ini adalah Nabi Besar Muhammad Saw.

Dalam peluang yang berlainan Imam Ali bin Abi Thalib as termasuk menegaskan, Yasin adalah nama Rasulullah Saw bersama dalil bahwa keluarga Nabi Saw disebut “Alu Yasin,” yang artinya keluarga Yasin. Sebagian ulama mengatakan, Yasin merupakan keliru satu nama Al Quran atau nama Tuhan.  Alasannya, tersedia sebuah hadis yang mengatakan; Allah Swt mengucapkan Toha dan Yasin seribu tahun sebelum saat menciptakan langit dan bumi. Karena itu, Sulaiman Waraq di dalam kitab Khulasoh Minhaj  As Shodiqin, Juz 5 Hal 27 memaknai Yasin bersama makna “Ya Sayidal awwalin wal akhirin” yang artinya, wahai makhluk paling baik dari awal sampai akhir. Yasin berartikan manusia seutuhnya, yakni Nabi Besar Muhammad Saw.

Tradisi Yasinan terhadap dasarnya termasuk mengagungkan Rasulullah Saw. Dengan kata lain, rutinitas ini memiliki substansi mirip layaknya pembacaan Maulid Nabi Saw yang mengagungkan Rasulullah Saw. Namun terlalu disayangkan rutinitas indah di sedang penduduk ini dianggap bid’ah atau mengada-ngada, bahkan diklaim tak memiliki landasan riwayat atau hadis.  Tapi terhadap faktanya, rutinitas yang berlaku ini cocok bersama anjuran Nabi Saw. - abiabiz


ReplyQuote
jiuer7845
Active Member
Joined: 8 bulan  ago
Posts: 14

ReplyQuote
  
Working

Please Login or Register

Powered by moviekillers.com