Home / Forum

Forum

Kepala Balita Terjepit di Antara 2 Tiang di Jombang, Evakuasi Dramatis  

  RSS

rima
 rima
Eminent Member
Joined: 2 tahun  ago
Posts: 21
03/06/2019 4:27 am  

Pengalaman balita berumur 3,5 tahun di Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jawa timur), sebaiknya jadi pelajaran buat orangtua supaya tetap mengamati anak-anaknya. Kepala bocah bernama Mita, terjepit antara dua tiang sampai ia menangis kesakitan.

Seperti yang terlihat dalam rekaman video amatir. Mita, putri pasangan suami istri Parji serta Suryani menangis histeris waktu kepalanya terjepit antara dua tiang di dalam rumah tetangganya, di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Senin siang (15/4/2019).

Proses evakuasi berjalan menegangkan serta membuat masyarakat ramai. Beberapa usaha dikerjakan masyarakat untuk keluarkan kepala balita itu, tetapi berulang-kali juga tidak berhasil. Waktu masyarakat akan merusak tiang dengan palu, balita itu malah kesakitan serta makin menjerit.

Masyarakat setelah itu tempuh langkah lain. Mereka menyiramkan minyak goreng antara kepalanya supaya licin. Mujur, seputar 20 menit setelah itu, kepala balita itu pada akhirnya sukses dikeluarkan dari sela ke-2 tiang.

Sekretaris Desa Daditunggal Agus Rofian menerangkan, momen itu berlangsung saat sang bocah main bersama dengan teman-temannya. Tidak ada orangtua yang yalla shoot live streaming mengamati. Waktu itu, ibu korban yang hamil tua di dalam rumah sedang ayahnya masih kerja.

Entahlah mengapa, korban yang asik main masukkan badannya antara dua tiang. Sesudah badannya sukses lolos, nyatanya kepalanya masih terlibat antara ke-2 tiang. Ia langsung menjerit kesakitan hingga mengagetkan masyarakat sekelilingnya.

“Awalnya anak itu masukin badannya antara dua tiang, kemudian badannya dikeluarin. Tidak tahu mengapa, kepalanya tidak dapat keluar, terjepit demikian. Mungkin sebenarnya ini sebab cemas saja,” kata Agus Rofian.

Belajar dari momen ini, Agus menyarankan warga supaya belum pernah lupa mengamati putra-putrinya yang masih balita di dalam bermain. Bila tidak, insiden yang membahayakan anak bisa jadi berlangsung.

“Kami berharap pada orangtua supaya mengamati anaknya di dalam bermain hingga insiden semacam ini tidak terulang kembali,” tuturnya.


ReplyQuote
  
Working

Please Login or Register

Powered by moviekillers.com