Home / Forum

Forum

Makna Cinta Menurut Agama Islam  

  RSS

ubhe96
Eminent Member
Joined: 11 bulan  ago
Posts: 32
22/04/2020 12:54 pm  

https://www.runimas.com - Makna ‘Cinta Sejati’ senantiasa dicari dan digali. Manusia berasal dari zaman ke zaman seakan tidak dulu suntuk membicarakannya. Sebenarnya? apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?

 

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

 

Masyarakat di belahan bumi manapun pas ini sedang diusik oleh mitos ‘Cinta Sejati‘, dan dibuai oleh dambaan ‘Cinta Suci’.

 

Saudaraku, jikalau anda mencintai pasangan anda sebab kecantikan atau ketampanannya, maka pas ini aku percaya asumsi bahwa ia adalah orang tercantik dan tertampan, udah luntur.

 

Bila dahulu rasa cinta anda kepadanya tumbuh sebab ia adalah orang yang kaya, maka aku percaya pas ini, kekayaannya tidak kembali spektakuler di mata anda.

 

Bila rasa cinta anda bersemi sebab ia adalah orang yang berkedudukan tinggi dan terpandang di masyarakat, maka pas ini kedudukan itu tidak kembali bersinar secerah yang dahulu menyilaukan pandangan anda.

 

Saudaraku! jikalau anda terlanjur terbelenggu cinta kepada seseorang, padahal ia bukan suami atau istri anda, tersedia baiknya jikalau anda menguji persentase cinta anda. Kenalilah sejauh mana kesucian dan ketulusan cinta anda kepadanya.

 

Coba anda duduk sejenak, berkhayal kekasih anda di dalam keadaan ompong peyot, pakaiannya compang-camping sedang duduk di area tinggal gubuk yang reot. Akankah rasa cinta anda tetap menggemuruh sedahsyat yang anda rasakan pas ini?

 

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Wanita itu adalah aurat (harus ditutupi), jikalau ia ia muncul berasal dari rumahnya, maka setan akan mengesankannya begitu cantik (di mata lelaki yang bukan mahramnya).” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

Orang-orang Arab mengutarakan fenomena ini bersama dengan bersama dengan berkata:

Setiap yang terlarang itu menarik (memikat).

 

Dahulu, tatkala hubungan terhadap anda dengannya terlarang di dalam agama, maka setan berupaya sekuat tenaga untuk mengaburkan pandangan dan akal sehat anda, sehingga anda hanyut oleh badai asmara. Karena anda hanyut di dalam badai asmara haram, maka mata anda menjadi buta dan telinga anda menjadi tuli, sehingga andapun bersemboyan: Cinta itu buta.

 

Dalam pepatah arab dinyatakan:

Cintamu kepada sesuatu, menjadikanmu buta dan tuli.

Akan tetapi sehabis hubungan terhadap anda berdua udah halal, maka spontan setan menyibak tabirnya, dan berbalik arah. Setan tidak kembali membentangkan tabir di mata anda, setan malah berupaya membendung badai asmara yang udah menggelora di dalam jiwa anda.

 

Saat itulah, anda menjadi meraih jati diri pasangan anda layaknya apa adanya. Saat itu anda menjadi menyadari bahwa hubungan bersama dengan bersama dengan pasangan anda tidak cuma semata-mata urusan paras wajah, kedudukan sosial, harta benda. Anda menjadi menyadari bahwa hubungan suami-istri ternyata lebih luas berasal dari semata-mata paras wajah atau kedudukan dan harta kekayaan. Terlebih lagi, setan udah berbalik arah, dan berupaya sekuat tenaga untuk mengatasi terhadap anda berdua bersama dengan bersama dengan perceraian:

“Maka mereka mempelajari berasal dari Harut dan Marut (nama dua setan) itu apa yang dengannya mereka bisa menceraikan (memisahkan) terhadap seorang (suami) berasal dari istrinya.” (Qs. Al Baqarah: 102)

 

Mungkin anda bertanya, kemudian bagaimana aku perlu bersikap?

Bersikaplah mestinya dan senantiasa memanfaatkan nalar sehat dan hati nurani anda. Dengan demikian, tabir asmara tidak menjadikan pandangan anda kabur dan anda tidak ringan hanyut oleh bualan dusta dan janji-janji palsu.

Mungkin anda kembali bertanya: Bila demikian adanya, siapakah yang sebenarnya layak untuk meraih cinta suci saya? Kepada siapakah aku perlu menambatkan tali cinta saya?

 

Simaklah jawabannya berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Biasanya, seorang wanita itu dinikahi sebab empat alasan: sebab harta kekayaannya, kedudukannya, kecantikannya dan sebab agamanya. Hendaknya engkau menikahi wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan bahagia dan beruntung.” (Muttafaqun ‘alaih)

Dan terhadap hadits lain beliau bersabda:

“Bila tersedia seorang yang agama dan akhlaqnya udah engkau sukai, datang kepadamu melamar, maka terimalah lamarannya. Bila tidak, niscaya akan terjadi kekacauan dan kerusakan besar di wajah bumi.” (Riwayat At Tirmizy dan lainnya)

 

Cinta yang tumbuh sebab iman, amal sholeh, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa bersemi. Tidak akan lekang sebab cahaya matahari, dan tidak pula luntur sebab hujan, dan tidak akan putus meskipun ajal udah menjemput.

 

“Orang-orang yang (semasa di dunia) saling mencintai terhadap hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain jikalau orang-orang yang bertaqwa.”

(Qs. Az Zukhruf: 67)

 

Saudaraku! Cintailah kekasihmu sebab iman, amal sholeh dan juga akhlaqnya, sehingga cintamu abadi. Tidakkah anda berharap cinta yang senantiasa menghiasi dirimu meskipun anda udah masuk ke di dalam alam kubur dan kelak dibangkitkan di hari kiamat?

 

Tidakkah anda berharap sehingga kekasihmu senantiasa setia dan mencintaimu meskipun engkau udah tua renta dan khususnya udah menghuni liang lahat?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga hal, jikalau ketiganya tersedia terhadap diri seseorang, niscaya ia merasakan betapa manisnya iman: Bila Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dibanding tidak semata-mata berasal dari keduanya, ia mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya jikalau sebab Allah, dan ia benci untuk kembali kepada kekufuran sehabis Allah menyelamatkan dirinya, bagaikan kebenciannya jikalau hendak diceburkan ke di dalam kobaran api.”

(Muttafaqun ‘alaih)

 

Saudaraku! cuma cinta yang bersemi sebab iman dan akhlaq yang mulialah yang suci dan sejati. Cinta ini akan abadi, tak lekang diterpa angin atau cahaya matahari, dan tidak pula luntur sebab guyuran air hujan.

 

Yahya bin Mu’az berkata:

“Cinta sebab Allah tidak akan makin tambah cuma sebab orang yang engkau cintai berbuat baik kepadamu, dan tidak akan berkurang sebab ia berlaku kasar kepadamu.”

 

Yang demikian itu sebab cinta anda tumbuh bersemi sebab adanya iman, amal sholeh dan akhlaq mulia, sehingga jikalau iman orang yang anda cintai tidak bertambah, maka cinta andapun tidak akan bertambah.

 

Dan sebaliknya, jikalau iman orang yang anda cintai berkurang, maka cinta andapun turut berkurang. Anda cinta kepadanya bukan sebab materi, pangkat kedudukan atau wajah yang rupawan, akan tetapi sebab ia beriman dan berakhlaq mulia. Inilah cinta suci yang abadi saudaraku.

 

Saudaraku! sehabis anda membaca postingan simpel ini, perkenankan aku bertanya: Benarkah cinta anda suci? Benarkah cinta anda adalah cinta sejati?

Buktikan saudaraku…

 

Wallahu a’alam bisshowab, mohon maaf jikalau doa minta rezeki tersedia kata-kata yang tidak lumayan bahagia atau menyinggung perasaan.   


ReplyQuote
  
Working

Please Login or Register

Powered by moviekillers.com